Jumat, 11 April 2014

kepingan kisah dalam puisi/2

Jika cinta di jodohkan dengan perasaan
Maka persahabatan di jodohkan dengan hati

Jika cinta di mulai dengan mata
Maka persahabatan di mulai dengan rasa

Jika cinta tidak memandang usia
Maka persahabatan tidak memandang harta

Jika cinta tidak lepas dari kasih sayang
Maka persahabatan di ikat dengan tali persaudaraan

Jika cinta sehidup semati
Maka persahabatan dari hidup sampai mati

Untuk kekasihku sang pemilik hatI
Jika kuasa Tuhan, jodoh kita tak ada dalam genggaman
Semoga persahabatan kita tidak putus di tengah jalan!!


===

Ketika malam merambah sunyi
Ku lantumkan untukmu sebait irama rindu
Yang akan selalu menjagamu
Saat lelap kau temui dalam mimpi

Dengan irama sederhana
Ku harap mampu menjadi pengobat kerinduan ini
Semoga dalam pembaringan rehatmu
Hatimu mampu merasakan hadirku di sisimu

Aku di sini selalu berdoa agar mimpi tentang kita
Berbulan madu di pelaminan biru dapat terlaksana
Tercipta bersama kerinduan dan niat kita berumah tangga
Tunggulah sayang sampai saatnya tiba

Malam ini tidurlah dengan nyenyak tanpa harus berpikir banyak
Tersenyumlah sambil hadirkan bayanganku
Raih dan genggam tangan kita berdua seraya berdoa
Jangan ada halang perintang di antara cinta yang kita bina
Agar hati dan rasa selalu bersama sang maha pencipta
Dengan berdzikir agar terbuka tabir asmara
Bertasbih agar kita mampu menjadi kekasih dunia akhirat


====

Cinta.....
Di raga manakah jiwamu bersemayam
Dari sini aku menatap jejakmu
Dengan raga yang menari bersama angin
Di antara gemuruh ombak kerinduanku
Rasakan getaranku yang berhiaskan larik larik pelangi
Menemanimu untuk menjemputku
Meski mungkin tak ada peta
Yang bisa dirimu genggam

Izinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu
Dalam serangkaian doa selepas isya.....
Dalam bait-bait ayat suci penenang hati

Ya Rabbi....Redamkanlah rinduku
Di jalan yang terbaik menurut ENGKAU
Temukanlah cinta dalam sekeping hati
Yang mampu menuntun hamba untuk dunia dan akhirat


====

Bila ku titipkan ......

Bila ku titipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung

Bila ku titipkan resah ini pada angin
Pastilah angin menyeru badai

Bila ku titipkan geramku pada laut
Pastilah laut mengiring gelombang

Bila ku titipkan dendamku pada gunung
Pastilah gunung meluapkan api

Namun ku simpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dada sholatku

Namun ku simpan sendiri badai resahku
Dalam genggaman kuat doaku

Namun ku simpan sendiri kekecewaanku
Dalam pasrah diri di pintu taqwaku

Dan ku simpan sendiri gelombang emosi
Melalui keikhlasan hati di samudra kemaafanku


====

Kepercayaan itu ibarat istana pasir,
Jika tersapu ombak akn hancurlah istana itu
Begitupun memegang amanah,
Jika tdk pandai menjaganya
Maka akn hancur pula kepercayaan itu.


===

Banjarmasin, Maret 2014    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar