Rabu, 12 Maret 2014

Laporan Praktikum II MorTum



PRAKTIKUM II

Topik               : DAUN MAJEMUK DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Tujuan             : Mengenali bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun majemuk
Hari / tanggal  : Kamis, 06 Maret 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
 


I.             ALAT DAN BAHAN
A.    Alat-alat :
  1. Baki/nampan
  2. Alat tulis
B.     Bahan-bahan :
  1. Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaertn)
  2. Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherima Sw.)
  3. Daun Putri Malu (Mimosa pudica L.)
  4. Daun Gamal (Gliricidia maculate L.)
  5. Daun Jeruk (Citrus sp.)
  6. Daun Dadap (Erythrine variegate)
  7. Daun Lamtoro (Leucaena glauca L.)
  8. Daun Tomat (Solamun lycopersicum)
  9. Daun Asam (Tamarindus indica L.)
  10. Daun Mawar ( Rosa sp.)

II.          CARA KERJA
1.      Mengamati dan menentukan tipe daun majemuk berdasarkan susunan anak daunnya : menyirip genap, menyirip ganjil, menyirip genap ganda 1, menyirip genap ganda 2, menyirip beranak daun, majemuk bangun kaki, majemuk campuran.
2.      Mengamati bagian-bagian daun majemuk : ibu tangkai daun (Petiolus communis), tangkai anak daun (Petiololus), anak daun (Foliolum).
3.      Mengamati alat-alat tambahan pada daun.
4.      Menggambar hasil pengamatan.

III.             DASAR TEORI
Suatu daun yang pada tangkainya bercabang-cabang, dan pada tangkai ini baru terdapat helaian sehingga pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helaian daun dinamakan daun majemuk. Pada daun majemuk dapat dibedakan menjadi ibu tangkai daun (petioles communis), tangkai anak daun (petiololus) dan anak daun (foliolum).
Berdasarkan susunan anak daun pada ibu tangkainya, daun majemuk dapat dibedakan dalam empat golongan, yaitu:
A.    Daun majemuk menyirip (pinnatus)
Daun majemuk menyirip adalah daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun sehingga tersusun seperti sirip pada ikan. Daun majemuk menyirip dapat dibedakan beberapa macam, yaitu:
1)      Daun majemuk menyirip beranak satu (unifoliatus)
2)      Daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus)
3)      Daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus)
B.     Daun majemuk menjari (palmatus)
Daun majemuk menjari adalah daun majemuk yang semua anak daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan sebagai berikut:
1)      Beranak daun satu (bifoliolatus)
2)      Beranak daun tiga (trifoliolatus)
3)      Beranak daun lima (quinquefoliolatus)
4)      Beranak daun tujuh (septemfoliolatus)
C.    Daun majemuk bangun kaki (pedatus)
Daun ini memiliki susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, melainkan pada tangkai anak daun yang ada di sampingnya.
D.    Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
Daun majemuk campuran adalah suatu daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang cabang ibu tangkai ini terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip. Jadi daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip.

IV.             HASIL PENGAMATAN
A.    Tabel hasil pengamatan

NO.

Nama Tumbuhan

Tipe daun Majemuk

1.       

Ceiba petandra Gaertn.


Menjari beranak daun tujuh

2.             

Caesalpina pulcherrima Sw.

Menyirip genap ganda dua dengan sempurna


3.      

Mimosa pudica L.

Majemuk campuran


4.          

Glirisidia maculate L.


Manejmuk menyirip gasal

5.       

Citrus sp.


Menyirip beranak daun satu

6.            

Erythrine variegate


Menyirip beranak daun tiga

7.       

Leucaena glausca


Menyirip genap ganda dua dengan sempurna

8.       

Solamun lycopersicum


Menyirip berselang-seling

9.       

Tamarindus indica L.


Menyirip ganda genap

10.   

Rosa sp.


Menyirip gasal

V.                ANALISIS DATA
1.         Daun Kapuk (Ceiba petandra Gaertn)
       Klasifikasi daun kapuk :  
Kingdom       : Plantae
Divisio          : Magnoliophyta
Classis           : Magnoliopsida
Sub classis     : Dilleniidae
Ordo             : Malvales
Familia          : Bombaceae
Genus            : Ceiba
Species          : Ceiba pentandra Gaertn.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil praktikum kali ini diketahui bahwa daun kapuk termasuk tipe daun majemuk menjari menurut susunan daun pada tangkainya, karena semua semua anak daunnya memencar pada ujung ibu tangkai seperti letak jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun kapuk termasuk daun manjemuk menjari beranak duan tujuh, karena jumlah anak daunnya ada tujuh. Letak tangkai anak daun (Petiololus) yang kemudian di ujungnya ada anak daun (folium) bergantian dan berkerumun pada ibu tangkai daun (potiolus communis). Jadi bisa dikatakan bentuk daun kapuk adalah majemuk menjari beranak daun tujuh.
Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan sebagai berikut; beranak daun tujuh (septemfoliolatus), jika ada tujuh anak daun pada ujung tangkainya, misalnya daun randu (Ceiba petandra Gaetern.)
2.      Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherima Sw.)
Klasifikasi :
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub classis            : Rosidae
Ordo                     : Fabales
Familia                 : Caesalpiniaceae
Genus                   : Caesalpinia
Species     : Caesalpinia pulcherima Sw.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Pada praktikum kali ini diketahui bahwa daun kembang merak termasuk tipe daun mejemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna. Menyirip kerana anak duan tersusun seperti sirip pada kanan kiri ibu tangkainya menurut susunan daun pada tangkainya. Genap karena jumlah anak daunnya yang berpasang-pasangan di kanan kiri ibu tulang. Genap dua karena anak daun duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai. Dengan sempurna karena tidak ada satu anak daun pun yang duduk pada ibu tangkai. Tangkai anak daunnya berbentuk bulat padat dan sepasang daun pada ujung tangkainya tidak menutup. Jadi, bisa dikatakan bentuk daun kapuk adalah majemuk menyirip ganap ganda dua dengan sempurna.
Adapun beberapa contoh daun menyirip ganda adalah daun majemuk menyirip ganda dua dengan sempurna, mislanya daun kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Sw.) dan daun lamtoro (Leucaena glauca I) .
Pada daun kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Sw), ujung daunnya terbelah, tulang duan menyirip, tepi daun rata, tangkai anak daun berbentuk bulat padat, anak daun terdapat di kiri dan kanan dari ibu tangkai daun, dan memiliki ibu tangkai daun. Daun kembang merak merupakan daun majemuk menyirip (pinnatus), yang dimana daun majemuk yang anak daunnya terdapat dikanan dan kiri ibu tangkai daun.
            .
3.      Daun Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Klasifikasi            :
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub classis            : Rosidae
Ordo                     : Fabales
Familia                 : Fabaceae
Genus                   : Mimosa
Species                 : Mimosa pudica L.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Dari hasil praktikum kali ini diketahui bahwa tangkai anak daun putri malu berbentuk menyirip dan anak daunnya berjumlah gelap, tidak ada satu anak daun yang duduk pada ibu tangkai daun. Namun putri malu ini tidak digolongkan tipe daun majemuk menyirip genap ganda dua yang sempurna, melainkan masuk pada tipedaun majemuk campuran. Karena mempunyai cabang-cabang ibu tangkai yang memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, namun cabang teresebut terdapat anak-anak daun yang  tersusun menjari, letak kedua pasang cabang ibu tangkai sedemikian dekat satu sama lain, seakan-akan terdapat empat cabang tangkai pada ujung ibu tangkai daunnya.
Daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip, mislanya duan sikejut atau yang biasa dikenal dengan nama putri malu (Mimosa pudica L.).
Menurut literatur, pada daun putri malu (Mimosa pudica L.), ujung daun membulat, tulang daun menyirip , tepi daun lurus atau rata, pangkal daun bulat telur, tangkai anak daun berbentuk bulat dilapisi oleh duri, anak daun terdapat dikiri dan kanan dari ibu tangkai daun, ibu tangkai daun bulat dan berduri. Putri malu merupakan daun menyirip.
4.      Daun Gamal (Gliricidia maculate L.)
Klasifikasi            :
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub classis            : Rosidae
Ordo                     : Rosales
Familia                 : Gliricidiacedae
Genus                   : Gliricidia
Species                 : Gliricidia maculata L.
 (Sumber : Cronquist. 1981)
Berdasarkan praktikum kali ini menunjukkan bahwa letak tangkai anak daun gamal berselang-seling satu sama lain, terdapat satu anak daun yang menutup ibu tangkainya. Letak duduk anak daunnya menyirip, karena anak daunnya terdapat di kiri kanan ibu tangkai daun.  Jadi bisa diketahui bahwa daun gamal merupakan daun majemuk menyirip gasal.
Pada daun gamal anak daun yang paling ujung berbentuk agak melebar dan membesar. Anak-anak daunnya tersusun secara berselang-seling dengan jumlah ganjil dan anak daun tersebut tersusun secara menyirip. Karena ciri-ciri tersebut maka daun gamal termasuk kedalam daun majemuk menyirip gasal.

5.      Daun Jeruk (citrus sp.)
Klasifikasi            :
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Subclassis             : Rosidae
Ordo                     : Sapindales
Familia                 : Rutaceae
Genus                   : Citrus
Species                 : Citrus sp.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Daun jeruk mengalami persendian (articulation), pada satu tangkai anak daun terdapat dua anak duan yang biasanya satu lebih besar diujung dan satu lebih kecil melekat di tangkai anak daun.  Tangkai anak daunnya sejajar dengan ibu tangkai daun. Oleh karena itu, helaian daunnya tidak langsung terdapat pada ibu tangkai daun. Dari pecandraan diatas dapat diketahui  daun jeruk merupakan duan majemuk menyirip beranak daun  satu.
Daun majemuk menyirip dapat dibedakan dalam beberapa macam salah satunya daun majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliotus). Tanpa penyelidikan yang teliti daun ini tentu akan desebut sebagai daun tunggal, tetapi di sini tangkai daun memperlihatkan suatu persendian (articulation), jadi helaian daun tidak langsung terdapat pada ibu tangkai. Sesungguhnya pada daun ini juga terdapat lebih dari pada satu helaian daun, hanya saja yang lain-lainnya telah tereduksi, sehingga tinggal satu anak daun saja.  Daun yang demikian ini biasanya kita dapati pada berbagai jenis pohon, jeruk  besar (Citrus maxima Merr.) , jeruk nipis (Citrus aurantifolia Sw.), dan lain-lain.
Menurut literatur, pada duan jeruk anak daunnya terletak satu tangkai pada ibu tangkai daun, dan memiliki ibu tulang daun yang sejajar antara anak daun yang besar dengan yang kecil. Walaupun, daun jeruk nampak sekilas seperti daun tunggal, tetapi jika dilihat dengan seksama maka akan terlihat tepi daun yang membelah dan membentuk daun yang kecil dekat dengan pangkal daunnya. Karena hanya memiliki satu anak daun saja maka dinamakan daun majemuk menyirip beranak daun satu.



6.      Daun Dadap ( Erythrine variegate)
Klasifikasi            :
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub classis            : Rosidae
Ordo                     : Rosales
Familia                 : Leguminosae
Genus                   : Erythrine
Species                 : Erythrine variegate
(Sumber : Cronquist. 1981)
Anak daun dadap ada tiga, terdapat anak daun di ujung ibu tangkai daun yang ukurannya lebih besar dari dua lainnya, duduk dua anak daunnya berpasangan  satu sama di ibu tangkai daun. Jadi diketahui bahwa daun dadap merupakan daun majemuk menyirip beranak duan tiga.
Menurut literatur, daun dadap selalu memiliki tiga anak daun, tata letaknya menyirip. Pada bagian ujung ibu tangkai daun terdapat satu anak daun yang mengalami perbesaran sehingga ukurannya lebih besar dari anak daun lain. Daun dadap termsuk ke dalam daun majemuk menyirip ganjil.
Menurut hasil pengamatan di laboratorium, daun dadap merupakan daun majemuk menyirip beranak daun tiga. Bukan hanya daun majemuk menjari yang memiliki susunan beranak daun tiga, namun menyirip juga.. untuk membedakannya harus dilihat dengan teliti dan seksama, jika semua bertemu pada satu titik (ujung ibu tangkai), berarti menjari, namun pada daun dadap tidak, terdapat jarak antara anak daun yang terletak di ujung ibu tangkai dengan dua anak daun lainnya. Oleh karena itu daun dadap itu menjari beranak daun tiga bukannya menyirip gasal.

7.      Daun Lamtoro (Leucaena glauca L.)
Klasifikasi            :          
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Subclassis             : Rosiidae
Ordo                     : Fabales
Familia                 : Mimosaceae
Genus                   : Leucaena
Species                 : Leucaena glauca L.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Susunan anak daun di ibu tangkai daun lamtoro adalah menyirip, karena anak daunnya yang berbeda di kanan kiri ibu tangkai daun. Jumlah anak daunnya genap. Karena terjadi percabangan dua kali pada ibu tangkai daun yang merupakan tangkai anak daun makanya disebut  genap ganda dua. Letak tangkai daunnya saling berhadap-hadapan satu sama lainnya.
Lamtoro merupakan jenis daun majemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna, dikatakan menyirip karena tata letak anak tangkai daunnya menyirip sedangkan dikatakan ganda dua karena anak daunnya duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai dan dikatakan genap karena anak daun duduknya berpasangan dengan anak daun yang lain. Pada pasangan anak daun yang terdapat di ujung tangkai biasanya posisinya menutup.

8.      Daun Tomat (Solamun lycopersicum L.)
Klasifikasi          :
Kingdom           : Plantae
Divisio               : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Sub classis         : Asteridae
Ordo                  : Solanales
Familia               : Solanaceae
Genus                : Solanum
Species               : Solanum lycopersicum L.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Anak duan tomat berjumlah gasal atau ganjil yaitu tujuh anak daun, yang satu anak daunnya terdapat diujung ibu tangkai daun. Susunan anak daun di ibu tangkai daunnya adalah menyirip. Terdapat anak daun yang lebih kecil di kanan kiri ibu tangkai daun yang diapit oleh anak-anak daun yang ukurannya lebih besar pada atas dan bawahnya. Karenanya daun tomat digolongkan ke dalam daun majemuk menyirip berselang-seling.
Menurut literatur, menyirip berselang-seling (interrupte pinnatus), yaitu jika anak daun pada ibu tangkai berselang-seling pasangagn anak daun yang lebar sama dengan pasangan anak daun yang sempit, misalnya pada anak daun tomat (Solanum lycopersicum L.).
Pada daun tomat yang sudah dewasa daun majemuknya akan sangat jelas terlihat, dan pada daun tomat anak-anak daunnya terletak berselang-seling, yaitu anak-anak  daun pada ibu tangkai berselang-seling pasangan anak daun yang lebar dengan pasangan anak daun yang sempit. Pada daun tomat juga terdapat pembesaran daun pada bagian ujung ibu tangkai daun.

9.      Daun Asam (Tamarindus indica L.)
Klasifikasi                      :
Kingdom           : Plantae
Divisio               : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Subclassis          : Rosidae
Ordo                  : Fabales
Familia               : Caesalpinaceae
Genus                : Tamarindus
Spesies               : Tamarinduc indica L
(Sumber : Cronquist. 1981)
Anak daun asam berjumlah genap, yang pada ujung ibu tangkai daun tidak terdapat satu anak daun. Susunan anak daun pada ibu tangkai daun menyirip. Anak daunnya saling berhadap-hadapan atau berpasang-pasangan satu sama lainnya. Jadi dapat diketahui bahwa daun asam merupakan daun majemuk menyirip genap.
Struktur pada daun asam hampir sama dengan daun gamal namun, pada daun gamal letak anak daunnya berselang-seling tetapi tidak berpasang-pasangan sehingga jumlah ganjil. Sedangkan pada daun asam, anak-anak daunnya duduknya berhadap-hadapan, sehingga jumlah genap. Pada sepasang anak daun yang terletak pada ujung tangkai letak duduknya menutup. Karena ciri inilah maka daun asam dapat dikatakan daun majemuk menyirip genap.

10.  Daun Mawar (Rosa sp.)
Klasifikasi          :
Kingdom           : Plantae
Divisio               : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Sub classis         : Rosidae
Ordo                  : Rosales
Familia               : Rosaceae
Genus                : Rosa
Species               : Rosa sp
(Sumber : Cronquist. 1981)
Daun mawar mempunyai anak daun lima, yang terletak satu di ujung tangkai daun. Susunan anak daun pada ibu tangkai daunnya adalah menyirip. Posisi duduk tangkai daunnya saling berpasang-pasangan satu sama lainnya. Jika dapat diketahui bahwa daun mawar termasuk daun majemuk menyirip gasal.
Menurut literatur, daun mejemuk menyirip gasal (imparipinnatus), juga di sini yang menjadi pedoman ialah ada atau tidaknya satu anak daun yang menutup ibu tangkainya. Ditinjau dari jumlah anak daunnya akan kita dapati bilangan yang benar-benar gasal jika anak daun berpasangan , sedang di ujung ibu tangkai terdapat anak daun yang tersendiri (biasanya anak daun ini lebih besar dari pada lainnya), seperti dapat dilihat pada daun pacar cina (Angalia odorata Lour.) dan mawar (Rosa sp.).
Daun mawar memiliki jumlah anak daun yang ganjil, letak duduk anak daunnya menyirip. Pada daun mawar anak daun yang terletak pada bagian ujung ibu tangkai daun mempunyai bentuk yang agak membesar dan anak-anak daunnya memiliki tepi yang bergerigi. Karena jumlah anak daunnya yang ganjil maka daun mawar dimasukkan ke dalam daun majemuk menyirip gasal.

VI.             KESIMPULAN
1.    Daun majemuk terbagi atas empat bentuk yaitu; daun mejemuk menyirip (pinnatus), daun majemuk menjari (palmatus), daun majemuk bangun kaki (pedatus), dan daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
2.    Menurut susunan anak daun pada tangkai daun, daun majemuk digolongkan menjadi daun majemuk menyirip, menjari, bangun kaki, dan campuran.
3.    Daun majemuk menyirip ada beberapa macam, yaitu menyirip beranak satu; menyirip genap; menyirip gasal; menyirip dengan anak daun yang berpasang-pasangan; menyirip berseling; menyirip berselang-seling; menyirip ganda dua; menyirip ganda tiga; menyirip ganda empat; menyirip ganda dengan sempurna; menyirip ganda dengan sempurna; menyirip ganda dengan tidak sempurna.
4.    Daun majemuk menjari ada beberapa macam diantaranya, beranak daun dua; beranak daun tiga; beranak daun lima; beranak daun tujuh.


VII.          DAFTAR PUSTAKA
Adrak, Adria R. dan Sri Amintarti. 2014. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin.
Anonim2014.a. Mengobati Sihir dengan Daun Kapuk. [online]. Tersedia pada http://quranic-healing.blogspot.com/2012/08/mengobati-sihir-panas-dengan-daun-kapuk.html. [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.b. Tanaman Khas Jawa Barat (Bunga Merak) [online]. Tersedia pada http://areeproducts2013.wordpress.com/2013/04/03/tanaman-khas-jawa-barat-bunga-merak/. [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.c. Putri Malu. [online]. Tersedia pada http://ojanto.wordpress.com/page/10/ . [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.d. Gamal Pakanan Ternak Sapi. [online]. http://duniasapi.com/id/budidaya/1864-gamal-pakan-hijauan-ternak-sapi.html [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.e. Khasiat Daun Jeruk Purut. [online]. http://affan-personalweb.blogspot.com/2012/04/khasiat-daun-jeruk-purut.html . [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.f. Dadap. [online]. http://rumputberkhasiatobat.wordpress.com/dadap/. [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.g. Daun Lamtoro. [online]. http://nobitasan.wordpress.com/2013/03/05/daun-lamtoro/ . [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.h. Daun Tomat. [online]. http://mckinee.blogspot.com/2010/12/daut-tomat.html . [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014.i. Manfaat Daun Asam. [online]. http://www.ilmumu.com/kesehatan/manfaat-daun-asam/ [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Anonim2014. j. Daun Tunggal dan Daun Majemuk. [online] . http://adew-biology.blogspot.com/ [Diakses pada tanggal 5 Maret 2014]
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar