Kamis, 27 Maret 2014

LaPrak MorTum 4



PRAKTIKUM IV

Topik               : Bentuk batang, arah tumbuh, permukaan dan modifikasi batang
Tujuan             : Untuk mengetahui bermacam-macam bentuk batang, arah tumbuh     batang, permukaan dan modifikasinya.
Hari / tanggal  : Kamis / 20  Maret 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

I.           ALAT DAN BAHAN
A.    Alat-alat:   
1.      Baki
2.      Pisau/silet
3.      Alat tulis
4.      Cutter
B.     Bahan-bahan:
1.         Rumput teki (Cyperus rotundus)
2.         Mendong (Fimbrystilis sp)
3.         Pisang (Musa paradisiacal L.)
4.         Kembang telang (Clitoria ternatea L.)
5.         Sirih (Piper betle L.)
6.         Bambu (Bambusa sp)
7.         Kaktus (Opuntia vulgaris)
8.         Pepaya (Carica papaya L.)
9.         Jambu biji (Psidium guajava L.)
10.     Cemara (Casuarina equisetifolia L.)
11.     Ketapang (Terminalia catappa L.)
12.     Bogenvil (Bougainvillea spectabilis

II.        CARA KERJA
1.     Menyiapkan alat dan bahan
2.     Mengamati dan menentukan :
a.    Habitus keseluruhan tumbuhan : herba, herba berkayu, perdu, rumput-rumputan, teki-tekian.
b.    Tipe batang : herbaceous (batang basah), berkayu, batang rumput, batang mendong.
c.    Bentuk batang : bulat, bersegi, pipih.
d.   Permukaan batang : licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut, berduri, ada bekas-bekas daun.
e.    Arah tumbuh batang : tegak lurus, menggantung, berbaring, menjalar, membelit, memanjat, condong, mengangguk.
f.     Tipe percabangan : monopodial, simpodial, dikotom.
g.    Arah tumbuh cabang : twgak, condong ke atas, mendatar, terkulai, bergantung.
3.     Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan.

III. TEORI DASAR
   Batang merupakan bagian tumbuh tumbuhan yang angat penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tumbuh tumbuhan batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Sifat-sifat batang adalah sebagai berikut :
a.    Berbentuk panjang bulat seperti silindris atau dapat pula berbentuk lain, tetapi selalu bersifat aktinomorf (dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup).
b.    Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan tiap buku-buku terdapat daun.
c.    Tumbuhnya keatas menuju cahaya (bersifat fototropisme / heliotropisme atau geotropisme negatif).
d.   Bertambah panjang di ujung.
e.    Mengadakan percabangan, dan selama hidupnya tumbuhan tidak dapat di gugurkan, kecuali cabang atau ranting.
f.     Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali pada tumbuhan yang umurnya pendek.

Fungsi batang bagi tumbuhan yaitu :
1.    Mendukung bagian tumbuh-tumbuhan yang ada di atas tanah
2.    Memperluas asimilasi dan menempatkan bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang sehingga dari segi kepentingan tumbuhan bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling menguntungkan.
3.    Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah.
4.    Tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.

            Berdasarkan tampak tidak batang pada suatu tanaman maka tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan yang tidak berbatang (planta acualis) dan tumbuhan yang berbatang jelas. Pada tumbuhan yang berbatang jelas dapat dibedakan atas :
1.         Batang basah (herbaceus)
2.         Batang berkayu (lignosus)
3.         Batang rumput (calmus)
4.         Batang mendong (calamus)

Macam-macam bentuk batang :
a.          Bulat (teres)
b.         Bersegi (angularis) : bersegi tiga (triangularis) dan bersegi empat (quadrangularis)
c.          Pipih : filokladia, dan kladodia

Dilihat dari permukaannya batang tumbuh-tumbuhan juga memperlihatkan sifat yang bermacam-mcam seperti :
a.    Licin (laevis)
b.    Berusuk (costatus)
c.    Beralur (sulcatus)
d.   Bersayap (alatus)
e.    Berambut (pilesus)
f.     Berduri (spinosus)
g.    Memperlihatkan bekas-bekas daun
h.    Memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu
i.      Memperlihatkan banyak lentisel
j.      Keadaan-keadaan lain, seperti lepasnya kerak

Arah tumbuh batang pada tumbuhan dibedakan atas 8 macam yaitu :
1.    Tegak lurus (erectus)
2.    Menggantung (dependens, pendulus)
3.    Berbaring (humifusus)
4.    Menjalar atau merayap (repens)
5.    Serong ke atas atau condong (ascendes)
6.    Mengangguk (nutans)
7.    Memanjat ( scandens)
8.    Membelit (volubilis)
a.    Membelit kekiri (sinistrorsum volubilis)
b.    Membelit ke kanan (dextrorsum volubilis)

Percabangan pada batang umumnya dibedakan tiga macam cara percabangan yaitu :
1.    Percabangan monopodial
2.    Percabangan simpodial
3.    Percabanagan dikotom atau menggarpu

Cabang-cabang pada suatu tumbuhan biasanya membentuk sudut tertentu dengan batang pokoknya. Dilihat dari besar kecilnya sudut ini maka jarak tumbuh cabang pada suatu tanaman berlainan. Umumnya orang membedakan arah tumbuh cabang adalah sebagai berikut :
1.    Tegak (fastigiatus)
2.    Condong ke atas (patens)
3.    Mendatar (horizontalis)
4.    Terkulai (declinatus)
5.    Bergantung (pendulus)


IV.             HASIL PENGAMATAN
A.    Tabel Hasil Pengamatan
No.
Nama Tumbuhan
Habitus
Tipe Batang
Bentuk Batang
Permukaan batang
Arah Tumbuh Batang
Tipe Percabangan
1.
Rumput Teki
Teki-tekian
Mendong
Segitiga
Licin
Tegak lurus
Monopodial
2.
Mendong
Herba
Mendong
Segitiga
Licin
Tegak lurus
Monopodial
3.
Pisang
Herba
Batang basah
Bulat
Licin (batang semu), kasar (batang berduri)
Tegak lurus
Simpodial
4.
Kembang Telang
Herba
Batang runput
Bulat
Kasar
Membelit ke kiri
Monopodial
5.
Sirih
Herba berkayu
Berbatang rumput
Bulat
Kasar
Memanjat
Monopodial
6.
Bambu
Herba berkayu
Berkayu
Bulat
Licin
Tegak lurus
Monopodial
7.
Kaktus
Stikulen
Batang basah
Pipih (Kladodia)
Licin berduri
Tegak lurus
Kaktus
8.
Pepaya
Perda
Batang basah
Bulat
Memperlihatkan bekas daun
Tegak lurus
Monopodial
9.
Jambu Biji
Pohon
Batang
berkayu
Bulat
Memperliahatkan lepasnya kerak (Kulit mati)
Tegak lurus
Simpodial
10.
Cemara
Pohon
Batang
berkayu
Bulat
Kasar
Condong ke atas
Monopodial
11.
Ketapang
Pohon
Batang
berkayu
Bulat
Kasar
Tegak lurus
Monopodial
12.
Bogenvil
Pohon
Batang
berkayu
Bulat
Kasar berduri
Memanjat pada duri
Monopodial

V.        ANALISIS DATA
1.      Tanaman Rumput Teki (Cyperus rotundus)
Klasifikasi menurut (Steenis.2002):
Kingdom         : Plantae
Divisio             Magnoliophyta
Classis             : Liliopsida
Sub Classis      : Commenilidae
Ordo                : Cyperales
Familia : Cyperaceae
Genus              : Cyperus
Species            : Cyperus rotundus
Tanaman rumput teki memiliki habitus berupa teki-tekian dengan tipe batang berupa mendong karena memiliki ruas-ruas yang lebih panjang daripada tipe rumput, dan berbentuk segitiga. Batangnya berwarna hijau dengan permukaan yang licin. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan permukaan tanah. Memiliki tipe percabangan monopodial karena batang utamanya terlihat jelas. Geragih yang merayap di dalam tanah, yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap dan dari buku-bukunya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akar-akar.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:78), batang mendong (calamus), seperti batang rumput, tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang, misalnya pada mendong (Fimbristylis globulosa Kunth.), wlingi (Scirpus grassus L.) dan tumbuhan sebangsa teki (Cyperaceae), lainnya.

2.    Mendong (Fimbristylis sp)
Klasifikasi menurut (Cronquist.1981):
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Liliopsida
Sub Classis      : Commenilidae
Ordo                : Cyperales
Familia : Cyparaceaea
Genus              : Fimbrystilis
Spesies             : Fimbrystilis sp
Tanaman mendong memiliki ciri-ciri batang yang serupa dengan rumput teki tapi tanaman ini lebih besar. Habitusnya berupa teki-tekian dengan tipe batang berupa mendong karena memiliki ruas-ruas yang lebih panjang daripada tipe rumput, dan batang berbentuk segitiga. Batangnya berwarna hijau dengan permukaan yang bersayap. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan permukaan tanah. Memiliki tipe percabangan monopodial karena batang utamanya terlihat jelas.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:78), batang mendong (calamus), seperti batang rumput, tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang, misalnya pada mendong (Fimbristylis globulosa Kunth.), wlingi (Scirpus grassus L.) dan tumbuhan sebangsa teki (Cyperaceae), lainnya.

3.    Pisang (Musa paradisiacal L.)
Klasifikasi menurut (Steenis.2002):
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Liliopsida
Ordo                     : Zingiberales  
Familia                 : Musaceae
Genus                   : Musa
Spesies                 : Musa paradisiaca L.
Pisang termasuk habitus herba dengan tipe batang basah, yaitu batang yang lunak dan berair. Batang pisang yang sering kita lihat bukan merupakan batang pisang sebenarnya, itu merupakan batang semu, batang pisang sesungguhnya berada pada bawah batang semu yang biasanya terletak di bawah permukaan tanah atau yang sering kita sebut dengan bongkol pisang. Batang pada pisang sejati ini memiliki bentuk bulat berlekuk. Permukaan batang pada batang semunya licin sedangkan permukaan batang sejatinya kasar dengan adanya lekukan-lekukan. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan percabangan simpodial.

4.      Tanaman Kembang Telang (Clitoria ternatea L.)
Klasifikasi menurut  (Cronquist.1981) :
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Liliopsida
Sub Classis           : Rosiidae
Ordo                     : Rosales
Familia                 : Rapilionaceae
Genus                   : Clitoria
Species                 : Clitoria ternatea L.  
     Kembang telang memiliki habitus berupa semak dan tipe batangnya adalah berkayu. Bentuk batang bulat dan pada permukaannya memiliki rambut-rambut kecil. Arah pertumbuhan batangnya membelit ke kiri (sinistrorsum volubilis) yang jika dilihat dari atas arah belitannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Batang tanaman ini naik ke atas dengan menggunakan cabang pembelit dan meliliti penunjangnya yang jika kita ikuti jalannya batang yang membelit itu, maka penunjang akan selalu berada di sebelah kiri kita. Cabang-cabangnya merupakan pendukung daun-daun dan mempunyai ruas-ruas yang cukup panjang atau bersifat sirung panjang.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:82), arah tumbuh batang kembang telang adalah membelit ke kiri.
  
5.     Tanaman Sirih (Piper betle L.)
Klasifikasi menurut (Steenis.2002) :
Kingdom           : Plantae
Divisio               : Magnoliophyta
Classis                : Magnoliopsida
Sub Classis        : Magnoliidae
Ordo                  : Piperales
Familia               : Piperaceae
Genus                : Piper
Species               : Piper betle L.
Sirih termasuk habitus herba dengan tipe batang rumput, karena batangnya yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga. Bentuk batangnya bulat dengan permukaan yang kasar. Arah tumbuh batangnya memanjat kesegala bidang, baik bidang rata maupun tidak. Termasuk tipe percabangan monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:82), sirih memiliki arah tumbuh batang yang memanjat pada akar perekatnya.

6.      Batang Bambu (Bambusa sp.)
Klasifikasi menurut (Cronquist. 1981):
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Liliopsida
Sub Classis           : Commelinidae
Ordo                     : Cyperales
Familia                 : Poaceae
Genus                   : Bambusa
Species                 : Bambusa sp.
Bambu termasuk habitus herba berkayu yang batangnya bertipe batang berkayu dengan bentuknya yang bulat. Permukaan bambu bila kita pegang licin. Arah tumbhuh batang daun tegak lurus ke atas dengan percabangannya yang monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:79), bentuk batang bambu adalah bulat.

7.      Tanaman Kaktus (Opuntia vulgaris)
Klasifikasi menurut (Steenis. 2002):
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Magnoliphyta
Classis      : Magnoliopsida
Ordo         : Caryophylales          
Familia     : Cartoceae
Genus       : Opuntia
Spesies     : Opuntia vulgaris
Habitus kaktus adalah sukulen. Batangnya mempunyai bentuk yang pipih kladodia karena pertumbuhannya yang tanpa batas. Tipe batangnya adalah batang basah karena batangnya lunak dan berair. Permukaan kaktus ada yang berduri ada yang tidak, kaktus Opuntia vulgaris mempunyai permukaan yang licin berduri. Arah tumbuh batang kaktus ini adalah tegak lurus dengan tipe percabangannya yang dikotom.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:79), kladodia (cladodium), jika masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan, misalnya sebangsa kaktus (Opuntia vulgaris Mill.).

8.      Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)
Klasifikasi menurut (Steenis. 2002):
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub Classis           : Dilleniidae
Ordo         : Violales
Familia     : Caricaceae
Genus       : Carica
Spesies     : Carica papaya L.
Pepaya yang sangat bermanfaat bagi tubuh ini berhabitus perdu dengan batang basah. Bentuk batang pepaya bulat dan permukaannya memperlihatkan berkas-berkas daun. Arah tumbuh batangnya ke atas tegak lurus dengan tipe percabangan yang monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:81), memperlihatkan berkas-berkas daun, misalnya pada papaya (Carica papaya L.) dan kelapa (Cocos mucifera L..)

9.      Batang Jambu Biji (Psidium guajava L.)
Klasifikasi menurut (Steenis.2002):
Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub Classis           : Rosiidae
Ordo                     : Myrtales
Familia                 : Myrtaceae
Genus                   : Psidium
Species                 : Psidium guajava L.
Jambu biji adalah tanaman berhabitus pohon kecil. Tipe batangnya batang berkayu dengan bentuk batang yang bulat. Keadaan permukaan batangnya mengalami lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Arah tumbuh batangnya tegak lurus ke atas dengan tipe percabangan yang simpodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:81), permukaan batang jambu biji mengalami lepasnya kerak.

10.        Tanaman Cemara (Casuarina equisetafolia L.)
Klasifikasi menurut (Cronquist. 1981):
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida
Sub Classis      : Hamamelidae
Ordo                : Casuarinales
Familia : Casuarinaceae
Genus              : Casuarina
Species            : Casuarina equisetafolia L.
Pohon cemara yang sering kita lihat dengan arah tumbuhnya yang condong ke atas itu mempunyai tipe percabangan monopodial.  Pohon cemara sendiri temasuk ke dalam habitus pohon kecil dengan tipe batang berkayu. Bentuk batangnya bulat dengan permukaan batang yang kasar saat kita pegang.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:87), arah tumbuh cemara condong ke atas dan tipe percabangan yang monopodial.

11.     Tanaman Ketapang (Terminalia catappa L.)
Klasifikasi menurut (Cronquist. 1981):
Kingdom  : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub Classis           : Rosiidae
Ordo                     : Myrtales
Familia                 : Combretaceae
Genus                   : Terminalia
Species                 : Terminalia catappa L.
Habitus tanaman ini sangat jelas yakni pohon dengan tipe batang yang keras dan berkayu. Bentuk batangnya bulat dengan permukaannya banyak terdapat bintil-bintil lentisel. Arah tumbuh batangnya tegak lurus dengan permukaan tanah, dengan tipe percabangan monopodial karena sangat jelas terlihat batang utamanya. Pohon ketapang yang banyak kita temui mempunyai tipe percabangan monopodial dengan arah tumbuh batang yang tegak lurus.
Menurut http://id.wikipedia.org (2010) dalam tulisannya mengenai ketapang, mengatakan bahwa ketapang atau katapang itu merupakan sebuah pohon.

11.        Batang Bogenvil (Bougaivillea spectabilis)
Klasifikasi menurut (Cronquist. 1981):
Kingdom  : Plantae
Divisio                  : Magnoliophyta
Classis                  : Magnoliopsida
Sub Classis           : Caryophyllidae
Ordo                     : Carryophyllales
Familia                 : Nyctaginaceae
Genus                   : Bougainvillea
Species                 : Bougainvillea spectabilis      
  Bogenvil atau kembang kertas yang sering kita temui ini mempunyai bentuk batang yang bulat dan permukaan yang kasar berduri. Kembang ini termasuk habitus perdu yang tipe batangnya batang berkayu. Arah tumbuh batangnya memanjat pada durinya dan percabangan yang monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:82), arah tumbuh batang bogenvil adalah memanjat pada durinya.

VI.                KESIMPULAN
1.                  Habitus pada batang dapat dibedakan menjadi habitus herba, semak, perdu, pohon, liana, sukulenn, dan lainnya.
2.                  Batang tumbuhan dapat dibedakan seperti berikut: batang basah, batang berkayu, batang rumput, dan batang mendong.
3.                  Bentuk batang tanaman bermacam-macam, antara lain: bulat, bersergi (bangun segi tiga dan bangun segi empat), pipih (filokladia dan kladodia).
4.                  Dilihat dari permukaan batangnya, dapat dibedakan menjadi permukaan yang licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut, berduri, memperlihatkan berkas-berkas daun, memperlihatkan berkas-berkas daun penumpu, memperlihatkan banyak lentisel, serta keadaan-keadaan lain, misalnya lepasnya kerak.
5.                  Arah tumbuh batang dibedakan menjadi tegak lurus, menggantung, berbaring, menjalar atau merayap, serong ke atas atau condong, mengangguk, memanjat, dan membelit kiri atau kanan.
6.                  Percabangan pada batang ada tiga yaitu monopodial, simodial, dan dikotom atau menggarpu.
7.                  Contoh modifikasi dari batang ada kuncup, rimpang, umbi batang, dan lainnya.


VII.          DAFTAR PUSTAKA
Amintarti,Sri. 2010. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.
Anonim a. 2010. Tersedia. http://amintabin.blogspot.com(online). Diakses 18 Maret 2014.
Anonim b. 2010. Tersedia. http://heartylollipop.blogspot.com(online). Diakses 18 Maret 2014.
Anonim c. 2010. Tersedia. http://upload.wikipedia.org(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim d. 2010. Tersedia. http://id.wikipedia.org(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim e. 2011. Tersedia. http://www.iptek.net.id(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim f. 2010. Tersedia. http://4.bp.blogspot.com(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim g. 2010. Tersedia. http://upload.wikimedia.org(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim h. 2009. Tersedia. http://backupccrc.files.wordpress.com(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim i. 2007. Tersedia. http://tanamanherbal.wordpress.com(online). Diakses 18 Maret 2014.
Anonim j. 2011. Tersedia. http://ahsanfile.files.wordpress.com(online). Diakses 18 Maret 2014.
Anonim k. 2010. Tersedia. http://upload.wikimedia.org(online). Diakses 18 Maret 2014
Anonim l. 2010. Tersedia. http://senihias.com(online). Diakses 18 Maret 2014
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar