Rabu, 12 Maret 2014

Laporan Praktikum II Zoologi Invertebrata



PRAKTIKUM II

Topik               : PORIFERA DAN COELENTERATA
Tujuan             :  1.   Mengenal anggota phylum Coelenterata
                           2. Mengenal morfologi dan tanda-tanda karekteristik anggota phylum Porifera dan phylum Coelenterata
Hari / tanggal  : Kamis, 06 Maret 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
 


I.       ALAT DAN BAHAN
A.    Alat :
1.    Lup
2.    Papan seksi / baki
3.    Alat Tulis
B. Bahan
1.    Awetan kering spesies Porifera (Microciona,Euspongia, dan lainnya) .
2.    Awetan kering Coelenterata (Acropora, Fungia, Euflexaura anthipathes, Leptor, dan lain-lain).

    II.      CARA KERJA
1.    Menyiapkan alat dan bahan.
2.    Menggambar morfologi hewan porifera dan Ceolenterata
3.    Memberikan keterangan selengkapnya dan menuliskan sistematiknya.




 III.      TEORI DASAR
1.      Porifera
Porifera mewakili hewan-hewan primitif yang bersimetri radial atau asimetris dan menyimpang dari garis utama evolusi metazoa yang disebut parazoa. Hewan ini hidup di laut, beberapa di air tawar, tidak aktif, tidak bertangkai, memiliki banyak pori dan sistem pencernaan berlangsung secara interseluler.
Kata Porifera berasal dari bahasa latin pori artinya lubang-lubang kecil dan foro artinya mengandung. Jadi Porifera adalah hewan yang memiliki lubang-lubang atau disebut dengan hewan berpori-pori. Susunan tubuh Porifera lebih kompleks bila dibandingkan dengan susunan tubuh Protozoa. Hal ini disebabkan tubuhnya tidak lagi tersusun atas satu sel namun telah tersusun atas banyak sel. Oleh karena itu banyak ahli memasukkannya dalam kelompok hewan Metazoa.
Struktur tubuhnya berdasarkan tipe saluran air terbagi atas 3 yaitu tipe ascon, sycon dan leucon, yang paling sederhana adalah tipe ascon. Porifera merupakan hewan diploblastik. Berdasarkan bahan pembentuk spikula / rangka porifera terbagi atas 3 kelas yaitu calcarea/porifera kapur, hexactinellida/porifera silikat dan demospongia/porifera lunak.
Porifera terletak antara Filum Protozoa dan Filum Coelenterata. Porifera memiliki ciri-ciri khusus, yaitu:
1.         Tubuhnya memiliki banyak pori yang merupakan awal dari sistem kanal yang menghubungkan antara daerah internal dengan daerah eksternal.
2.         Tubuh tidak memiliki apendiks dan bagian yang dapat digerakkan.
3.         Belum mempunyai saluran pencernaan makanan , sistem pencernaan berlangsung secara intraseluler.
4.         Tubuhnya mempunyai rangka penyokong yang terdiri dari spikula-spikula.
5.         Umumnya Porifera hidup di laut.

Porifera umunya hidup di air laut, yaitu terbentang dari sejak daerah perairan pantai yang dangkal hingga daerah kedalaman 5,5 km. Fase dewasa bersifat sesil, artuinya menetap pada suatu tempat tanpa mengadakan perpindahan. hewan ini megikatkan diri pada suatu obyek yang keras yang dipakai sebagai hambatan, misalnya batu-batuan, kayu-kayu yang tenggelam di dalam air dan ada juga yang melekat pada cangkok hewan-hewan Molusca. Warna tubuhnya bermacam-macam.
Struktur tubuhnya kecuali berpori dengan macam-macam bentuk yang dibagi atas tiga yaitu Ascon, Sycon atau Scypha dan Rhagon. Perkembangbiakan hewan ini secara nonseksual ( dengan membentuk kuncup ) dan secara seksual ( belum dilakukan dengan alat kelamin khusus).
Phylum Porifera digolongkan menjadi 3 kelas yaitu :
1. Kelas calocarea atau Calcispongiae
2. Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae
3. Kelas Demospongiae

2.      Coelenterata
Coelenterata berasal dari kata Yunani : koilos + enteron ; Koilos = rongga, enteron= usus, sering disebut : hewan berongga. Mengingat Coelenterata adalah hewan yang tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya (coelom), yang dimiliki hanyalah sebuah rongga sentral yang ada di dalam tubuh yang disebut coelenteron. Coelenteron merupakan alat yang berfungsi ganda yaitu sebagai pencernaan makanan dan sebagai alat pengedar sari-sari makanan ke seluruh tubuh Dinding tubuhnya terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis dan lapisan gastrodermis atau endodermis yang di lengkapi oleh sel jelatang.


Ciri-ciri khusus Coelenterata diantaranya :
1.      Mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa. Polip berbentuk tubular, sesil, dan medusa berbentuk seperti payung (bel)
2.      Tubuhnya yang radial simetris ,tidak bersegmendan juga tidak berkepala.
3.      Merupakan hewan yang diploblastik
4.      Tubuhnya hanya dilengkapi dengan mulut tetapi tanpa anus dan disekitar mulut dikelilingi oleh tentakel-tentakel yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa, alat penggerak dan alat pertahanan.
5.      Sistem pencernaan makanan berupa sistem gastrovaskular.
6.      Belum memiliki alat pernapasan, peredaran dan pengeluaran hasil ekskresi yang khusus.
Coelenterata adalah golongan plankton yang bersifat carnivora. Mereka menangkap mangsanya dengan tentakel, dimana tangan-tangan tersebut dilengakapi dengan sel-sel penyengat yang dinamakan nematocyst. Sebenarnya medusae yang umum terdapat di lautan mempunyai ukuran yang besar, tetapi mereka tidak akan tertangkap oleh plankton net. Beberapa koloni Siphonophore kemungkinan juga akan dijumpai. Tubuh mereka terdiri dari gabungan beberapa individu ( zooid ) yang mungkin mempunyai fungsi yang berbeda satu sama lain. Misalnya yang satu berfungsi sebagai alat untuk makan, sedang yang lain berfungsi sebagai alat untuk berkembang biak.
         Hampir semua Coelenterata hidup di air laut, hanya beberapa yang hidup di air tawar. Ada yang hidup terikat pada suatu obyek dan ada yang berengan-renang bebas.
         Adapun ciri-ciri khusus dari Coelenterata adalah : bentuk tubuh radial simetris yang tidak bersegmen-segmen dan juga tidak berkepala, bersifat diploblastis, tubuh hanya dilengkapi dengan mulut tetapi tanpa anus dan disekitar mulut dikelilingi oleh tentakel-tentakel yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa, alat penggerak dan alat pertahanan. Saluran pencernaan makanan yang tidak sempurna merupakan sistem gastrovaskuler. PhylumCoelenterata digolongkan menjadi 3 klas yaitu :
1.       Klas Hydrozoa
2.       Klas Scyphozoa
3.       Klas Anthozoa

 IV.      HASIL PENGAMATAN
A.  PORIFERA
1)      Hippospongia sp.
a.       Gambar pengamatan
 








b.      Berdasarkan literatur :
 
Keterangan:                                             Keterangan :
1.      Pori


                                                                                 


            Anonim a, 2014.
2)      Euspongia sp.
a.       Hasil pengamatan
 








b.    Berdasarkan literatur :

 
Keterangan :
1.      Pori






              Anonim b, 2014
3)      Microciona sp.
a.      

Hasil pengamatan





b.      Berdasarkan literatur :
Keterangan :
1.    Pori






                        Anonim c, 2014
B.     COELENTERATA
1.      Astraea sp.
a.    Hasil pengamatan
 







b.     
Berdasarkan literatur :


Keterangan :
1.      Rongga


                                                                                    Anonim d, 2014
2.      Madrepora sp.
a.       Hasil pengamatan
 








b.      Berdasarkan literatur :
 



Keterangan :
1.      Pori


                                                                                    Anonim e, 2014

3.Fungia elegant
a. Hasil pengamatan
 






b.Berdasarkan literatur :
 



3.       




                                                                                    Anonim f, 2014

4.Favia sp.
a.       Hasil pengamatan

 







1)      Favia sp.

b.      Berdasarkan literatur :
 




                                                                        Anonim g, 2014.
4.      Goniastraea pectinata
a.       Hasil pengamatan

 








b.     
Berdasarkan literatur :







                                                                               Anonim g, 2014.

5.      Euplexaura anthipates
a.      
Hasil pengamatan

 






b.      Berdasarkan literatur :
 






c.       Berdasarkan literatur :

Anonim i, 2014
6.      Acropora sp.
a.        
                
Hasil pengamatan
                
 









                                                                                   
b.        Berdasarkan iteratur
 




Anonim j, 2014.
    V.      ANALISIS DATA
A.    PORIFERA
1.      Hippospongia sp.
Klasifikasi   :
Kingdom    : Animalia.
Phylum       : Porifera.
Classis         : Demospongiae.
Ordo           : Keratosa.
Familia        : Hipposngiadae.
Genus         : Hippospongiae.
Spesies        : Hippospongia sp.
( Sumber : Jasin, Maskoeri. 1984 )
Kerangka tubuh khusus terbentuk dari bahan spongin, ditutupi oleh membran tipis yang gelap yang memiliki banyak ruang berflagel. Skeleton terdiri dari serabut spongin, jaringan tidak teratur tanpa spikula. Saluran air tipe leukon dimana air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke rongga-rongga yang di batasi koanosit. Dari rongga ini air melalui berbagai saluran lagi menuju ke spongocol dan akhirnya keluar menuju oskolom. Hewan ini biasanya di temukan di atas dasar karang dengan kedalaman 10-15 m. Berbentuk seperti batu dengan banyak celah. Porifera ini hidup di dasar laut, tidak memiliki spikula dan bertubuh lunak. Kerangka tubuhnya dari sponging.

2.    Euspongia sp.
Klasifikasi     :
Kingdom       : Animalia.
Phylum          : Porifera.
Classis           : Demospongiae.
Ordo             : Keratosa.
Familia          : Euspongidae.
Genus            : Euspongia.
Spesies          : Euspongia sp.
             ( Sumber : Jasin Maskoeri. 1984 )
Hewan porifera ini hidup di laut pada kedalaman tertentu, bertubuh lunak, tidak mempuyai rangka, walaupun ada hanya terdiri dari serabut-serabut spongin dengan  dari kersik, kebanyakan ditemukan dilaut dan mempunyai pori-pori disetiap tubuhnya.Bertulang lunak dan tidak memilki spikula. Kerangka tubuhnya khusus terbentuk dari bahan sponging.
Ciri-ciri : mempunyai spongia yang lebih kasar, tidak berspekula kerangka tubuhnya khusus terbentuk dari bahan spongin. Merupakan binatang sponsa yang dipakai untuk alat penggosok pada waktu mandi.

3.      Microciona sp.
Klasifikasi :
Kingdom    : Animalia.
Phylum       : Porifera.
Classis        : Demospongiae.
Ordo           : Poeciloclerina.
Familia        : Microcionidae.
Genus         : Microciona.
Spesies        : Microciona sp.
(Menurut Hegner. 1968)
Ciri-ciri : Mempunyai kerangka tubuh yang tersusun atas berbagai bentuk spicula dan kadang-kadang juga spongin. Microciona termasuk koloni laut yang  banyak ditemukan  dilaut. Berbentuk seperti batu kerang dan mengeras dalam tempat yang dangkal atau bagian air laut yang dalam. Ciri-ciri yang dapat dikenali dari hewan ini adalah bentuk bersemak-semakdengan cabang yang panjang. Hidupnya berkoloni di air yang dalam.warnanya merah cerah.
Hewan ini memiliki tubuh lunak dan lembek, bercabang seperti ranting, didalam air berkembang dan  bertambah panjang hingga 15 cm,  tidak mempunyai rangka, walaupun ada yang mempunyai rangka, rangka itu hanya terdiri dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari kersik,  serta memiliki sistem saluran yang rumit.        

B. COELENTERATA
1. Astraea sp.
Klasifikasi          :
Kingdom           : Animalia.
Phylum              : Coelenterata.
Classis                : Anthozoa.
Ordo                  : Madreporia.
Familia               : Astridae.
Genus                : Astraea.
Spesies               : Astraea sp.
(Sumber : P.S.Verma. 2002)
               Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup di perairan hangat dengan berkoloni. Ciri-ciri : Mempunyai ekskleton kompak berbadan batu kapur; polip kecil. Mempunyai bagian yang berbentuk piala skeleton, tentakel biasanya 6 ; tidak memiliki siphonoglyph; otot lemah; koloni, terdapat dalam air laut hangat ; terdapat sejak zaman Pre Cambrium sampai sekarang. Yang masih hidup sebanyak 2500 species dan yang punah sebanyak 5000 species.
Rangka tubuhnya terbentuk atas kalsium karbonat yang ditopang oleh ektoderm yang mesentrisnya lengkap dan hidup berkoloni di air laut. Koloninuya dibentuk oleh tunas, koloninya berisi banyak fitted yang cukup mendekati dengan bentuk cangkir polygonal.

2.      Madrepora sp.
Klasifikasi :
Kingdom           :  Animalia
Phylum                          :  Coelenterata
Classis                :  Anthozoa
Sub class            :  Zoantharia
Ordo                  :  Madreporaria
Familia               :  Madreporadae
Genus                :  Madrepora
Spesies               : Madrepora  sp
( Menurut Hegner. 1968 )
Ciri-ciri : Mempunyai ekskleton kompak berbadan batu kapur; polip kecil. Mempunyai bagian yang berbentuk piala skeleton, tentakel biasanya 6 ; tidak memiliki siphonoglyph; otot lemah; koloni, terdapat dalam air laut hangat ; terdapat sejak zaman Pre Cambrium sampai sekarang. Yang masih hidup sebanyak 2500 species dan yang punah sebanyak 5000 species. Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup  di tempat yang dangkal  dengan berkoloni.

3.      Fungia elegant.
Klasifikasi :
Kingdom                  :  Animalia
Phylum                 :  Coelenterata
Sub class              :  Zoantharia
Classis                  :  Anthozoa
Ordo                     :  Madreporaria
Familia                 :  Fungidae
Genus                   :  Fungia
Spesies                 : Fungia elegant
( Menurut : Hegner.1968 ).
Fungia biasanya dikenal dengan nama karang hitam ( mushroom-coral) dan berukuran besar. Hidup berkoloni dengan cara gemmatio kesamping, sehingga terjadi bentuk sebagai pohon yang banyak memiliki zooid yang berpangkal pada satu caenosarc. Kadang-kadang gemmae terjadi pengumpulan sehingga dibentuk koloni padat. Setelah dewasa berbentuk polip dengan memiliki banyak tentakel. Pada fungia terdapat banyak septa dan berhubungan bersama-sama dengan synaptocula.
Fungia umumnya bersifat multiseluller, diploblastik dan acelomata. Hidup di air laut. Tubuhnya berongga yang bergerigi-gerigi memanjang pada seluruh tubuhnya. Ciri-ciri : Mempunyai ekskleton kompak berbadan batu kapur; polip kecil. Mempunyai bagian yang berbentuk piala skeleton, tentakel biasanya 6 ; tidak memiliki siphonoglyph; otot lemah; koloni, terdapat dalam air laut hangat ; terdapat sejak zaman Pre Cambrium sampai sekarang. Yang masih hidup sebanyak 2500 species dan yang punah sebanyak 5000 species.

4.      Favia sp.
Klasifikasi            :
Kingdom              : Animalia.
Phylum                 : Coelenterata.
Classis                  : Anthozoa.
Ordo                     : Madreporaria.
Familia                 : Faviadae.
Genus                   : Favia.
Spesies                 : Favia sp.
( Menurut Hegner. 1968 )
Favia sp memiliki karakter yang hampir sama dengan fungia tetapi bentuk dan rongganya lebih kecil. Rongga yang dimiliki berbentuk seperti bintang. Organisme ini hidup berkoloni di air laut dan membantuk batuan coral . jenis ini juga memiliki bagian skeleton yang dapat membentuk kalsium karbonat pada skeleton. Organisme ini memiliki bagian yang lebih kurang hampir sama seperti astraea
Ciri-ciri : Mempunyai ekskleton kompak berbadan batu kapur; polip kecil. Mempunyai  bagian yang berbentuk piala skeleton, tentakel biasanya 6 ; tidak memiliki siphonoglyph; otot lemah; koloni, terdapat dalam air laut hangat ; terdapat sejak zaman Pre Cambrium sampai sekarang. Yang masih hidup sebanyak 2500 species dan yang punah sebanyak 5000   species.

5.      Goniastrea pectiana
Klasifikasi                   :
Kingdom              :  Animalia
Phylum                 :  Porifera
Classis                  :  Anthozoa
Sub class              :  Alcyonaria
Ordo                     :  Gorgonacea
Familia                 :  Goniastreadae
Genus                   :  Goniastrea
Spesies                 :  Goniastrea pectinata
               ( Menurut Hegner. 1968 )
Ciri-ciri : hidup secara koloni dan biasa mempunyai bentuk seperti tumbuhan, skeleton, sumbu berupa spicula kapur; polip pendek, ordo ini memiliki 1000 species. Mempunyai mulut yang bersambung dengan stomodeum, cakram oral tipis atau pipih, dengan tentakel pendek. Hewan porifera ini juga berbentuk seperti batu dengan banyak celah. Hidup di dasar laut, tidak memiliki spikula dan saluran pencernaan. Kerangka tubuhnya dari sponging.

6.      Euplexaura antipathes.
Klasifikasi            :          
Kingdom  : Animalia.
Phylum     : Coelenterata
Classis      : Anthozoa.
Ordo         : Antipatharia.
Familia     : Antipatharidae.
Genus       : Euplexaura.
Spesies     : Euplexaura antipathes.
(Sumber : Jasin, Maskoeri.1984)
Ciri-ciri : Mempunyai skeleton yang berbentuk seperti tanaman dengan cabang-cabang, tersusun atas zat tanduk dengan polip kecil yang bertentakel 6 ; terdapat dilaut tropis; di Indonesia terkenal sebagai akar bahar. Spesies ini disebut juga sebagai akar bahar yang hidup di laut dengan menempel pada substrat tertentu, misalnya pada batu. Akar bahar merupakan coelenterata yang berbentuk seperti tanaman dengan batang bercabang-cabang yang tersusun atas zat tanduk dengan polip kecil yang terdapat di laut.Batang dari akar bahar akan bertambah panjang pada bagian ujungnya terus ke atas, warna dari batangnya adalah coklat tua pada bagian bawah, dan pada batang bagian atas berwarna coklat muda. Batngnya tampak keras karena terdiri atas kayu dengan zat kapur, dan rangka akar bahar tersusun atas zat tanduk. Akar bahar dapat dimanfaatkan sebagai bahan-bahan obat-obatan.

7.      Acropora sp
Klasifikasi :
Kingdom              :  Animalia
Phylum                 :  Coelenterata
Classis                  :  Anthozoa
Sub class              :  Zoantharia
Ordo                     :  Madreporaria
Familia                 :  Acroporadae
Genus                   :  Acropora
Spesies                 : Acropora  sp
( Menurut Hegner. 1968 )
Hewan ini termasuk bentuk karang, tersusun atas zat kapur sehingga tubuhnya tampak keras. Tentakel pada tubuhnya sebagai alat untuk bergerak. Umumya hidup di perairan hangat dan di tempat yang dangkal  dengan berkoloni.










II.   KESIMPULAN
1.         Filum Porifera memiliki bentuk tubuh yang bervariasi dengan 3 tipe yang didasarkan atas bahan pembentuk tubuh yaitu porifera lunak, porifera kapur, dan porifera silikat
2.         Struktur tubuhnya berdasarkan tipe saluran air terbagi atas 3 yaitu tipe ascon, sycon dan leucon, yang paling sederhana adalah tipe ascon
3.         Ciri utama porifera adalah tubuhnya banyak pori. Selain itu, tubuhnya tidak memiliki appendiks dan bagian yang dapat digerakkan dan tidak mempunyai saluran penecernaan makanan serta sistem pencernaannya berlangsung secara intraseluler. Tubuhnya juga memiliki penyokong tubuh yang tersusun atas kristal dari spikula-spikula atau bahan serabut yang terbuat dari bahan organik. Hewan ini hidup dilaut.
4.         Pada hasil pengamatan terdapat spesies pada porifera, yaitu : Hippospongia sp , Microciona sp, dan Euspongia sp., Spongia sp.
5.         Bentuk tubuh Coelenterata bervariasi, ada yang berbentuk seperti bunga, akar maupun bentuk ubur-ubur.
6.         Anggota phylum coelenterata meliputi hewan air yaitu polip, ubur-ubur, anemon laut, hewan karang dan lain-lain.
7.         Merupakan hewan multiseluler, tubuh radial simetris dan diplobalastik Aselomata dan bertentakel.
8.         Tubuh coelenterata radial simetris, berbentuk silindris, globural maupun spherikal. Coelenterata termasuk hewan yang sifatnya diplobastis, karena tubuh tersusun atas dua lapisan. Saluran pencernaan makanan tidak sempurna merupakan sistem gastrovaskular.
9.         Saluran pencernaan tidak sempurna, memiliki mulut tetapi tenpa anus.Sistem rspirasinya secara difusi,sistem syaraf masih sederhana.
10.     Berkembang biak secara seksual dan aseksual.
11.     Dominan hidup di laut.
12.     Terbagi atas 3 kelas yaitu Hidrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.
13.     Yang termasuk spesies pada Coelenterata ialah : Favia sp, Astraea sp, Millepora sp, Euplexaura anthipathes, Hartea sp, Fungia elegant, Meandrina sinosa , Madrepora sp, Goniastraea pectinata, Aurelia sp, Acropora sp























III.     DAFTAR PUSTAKA
Anonim a. 2014. Tersedia. http://www.britannica.com (online). Diakses 4 Maret 2014.
Anonim b. 2014. Tersedia. http://www.alternatif-tip.net (online). Diakses 4 Maret 2014
Anonim c. 2014. Tersedia. http://www.bio.georgiasouthern.edu (online). Diakses 4 Maret 2014
Anonim d. 2014. Tersedia. http://pascabiologi1987.wordpress.com (online). Diakses 4 Maret 2014.
Anonim e. 2014. Tersedia. http://eol.org (online). Diakses 4 Maret 2014.
Anonim f. 2014. Tersedia. http://www.gsartor.org/ (online). Diakses 4 Maret 2014
Anonim g. 2014. Tersedia. http://blogs.bgsu.edu (online). Diakses 4 Maret 2014.
Anonim h. 2014. Tersedia. http://coral.aims.gov.au (online). Diakses 4 Maret 2014.
Anonim i. 2014. Tersedia. http://eol.org (online). Diakses 4 Maret 2014.
Halang, Bunda dkk. 2014. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.
Jasin, Maskoeri. 1987. Sistematik Hewan. Surabaya: Sinar Wijaya
Kastawi, dkk. 2003. Zoologi Invertebrata. Malang:Universitas Negeri Malang.
.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar